Agen Bola Tangkas Terpercaya Yang Menyediakan Pembuatan Account Casino SBOBET, 338A

Para Super-Sub pembeda pertandingan

31D8DE47537B47739F82E55AD0C2882C

Ada beberapa pemain cadangan yang justru menjadi pembeda di pertandingan-pertandingan besar, Mereka turun mengantikan pemain inti dan malah justru menjadi pahlawan di pertandingan tersebut. Didalam sepakbola disebut dengan istilah super-sub yang bisa diartikan sebagai pemain cadangan yang bisa menentukan hasil pertandingan. Contoh salah satu pemain yang sering disebut super-sub adalah Ole Gunnar Solskjaer. Sebutan super-sub sempat lama pada Ole Gunnar Solskjaer saat masih membela setan merah.

Namun bukan hanya Solskjaer saja yang berlabel super-sub, Masih banyak pemain-pemain lain yang berlabel super-sub. Memang tidak semua pertandingan peran super-sub ini mulus semua. Kadang mereka tidak mampu membantu tim inti mereka tetapi kadang mereka bisa tampil maksimal dan nama mereka pasti akan selalu dikenang.

Berikut ini kami uraikan beberapa super-sub yang selalu diingat orang karena membuat pembeda di pertandingan-pertandingan yang sanggat penting :
1.Tim Krul asal Belanda
Kejadian pentingnya sewaktu Perempat Final Piala Dunia tahun 2014. Waktu itu Belanda yang diarsitek oleh Van Gaal lebih memilih Jesper Cillesen sebagai kiper utama mereka dan Tim Krul memang hanya sebagai cadangan di piala dunia 2014 tersebut.

Namun di perempat final sewaktu Belanda melawan Kosta Rika Van Gaal mengantikan Cillesen dengan Tim Krul pada menit ke 120. Kedua tim masih bermain imbang dengan skor 0-0. Van Gaal menyiapkan Tim Krul khusus untuk babak adu penalti. Dan terbukti keputusan Van Gaal tepat, Krul tampil gemilang
dengan berhasil memblok 2 penalti tim Kosta Rika Sehingga Belanda berhasil melaju ke semifinal.

4. David Trezeguet (Prancis)
Yang kejadian di Final Piala Eropa 2000. Perancis yang telah sukses menjadi juara di Piala Dunia 1998 sangat berambisi untuk Piala Eropa di tahun 2000. Waktu di final mereka bertemu dengan Italia yang dilatih oleh Dino Zoff. Pada partai puncak tersebut digelar di Station Feyenoord, Belanda. Di pertandingan itu Perancis ketinggalan terlebih dahulu di menit 55. Gol dicetak oleh Marco Delvecchio. Pelatih Perancis saat itu adalah Roger Lemerre. Dia Menggantikan tiga pemain waktu itu yakni : Sylvain Wiltord, Robert Pires dan David Trezeguet. Dan Keputusan pelatih tersebut sangat tepat. Dengan pengantian ketiga pemain tersebut permainan Perancis jadi lebih hidup. Di akhir babak pertama Wiltord berhasil mencetak gol sehingga menyamakan kedudukan menjadi 1-1, Dan diakhir masa sudden death, David Trezeguet juga berhasil mencatat namanya dipapan skor pada menit ke-103 yang pada waktu itu disebut golden goal.

3. Fernando Torres (Chelsea)
Kejadian di Semifinal Liga Champions 2011/12. Chelsea yang bermain di kandang sendiri sedang ketinggalan 1-2 dari Barcelona di babak yang pertama, Petaka lagi Chelsea terkena kartu merah sehingga bermain dengan 10 orang di menit yang ke-37. Dan di Leg pertama Mereka hanya menang 1-0 di kandang Barcelona. Pelatih Chelsea pada waktu itu adalah Roberto Di Matteo dengan jeli memasukkan
Torres ke menit yang ke-80 dengan menggantikan Didier Drogba. Dan Torres berhasil mencetak gol di masa injury time sehingga Chelsea berhasil merebut tiket final. Akhirnya Chelsea juga berhasil juara dengan mengalahkan Bayern Muenhen lewat babak adu penalti. Dipertandingan itu juga Torres sebagai pemain pengganti tetapi tidak mencetak gol.

2. Dietmar Hamann (Liverpool)
Kejadian di Final Liga Champions 2004/05. Liverpool yang sedang tertinggal 0-3 saat itu Hamman turun mengantikan Steve Finnan di menit ke-46 sehingga permainan liverpool menjadi lebih superior. Akhirnya Liverpool berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 dan terakhir berhadil memenangkan
pertandingan tersebut lewat babak adu penalti. Dan Hamman bertindak sebagai eksekutor pertama di babak adu penalti.

1. Ole Gunnar Solksjaer (MU)
Kejadian di Final Liga Champions 1998/99, Saat itu Mu bertemu unggulan pertama Bayern Muenchen. Pertandingan baru berjalan 6 menit MU sudah ketinggalan 1-0 oleh Bayern Munchen. Gol dicetak oleh Mario Basler. Alex Ferguson melihat permainan MU langsung menggantikan 2 pemain yakni Teddy
Sheringham dan Ole Gunnar Solksjaer akhir pertandingan. Strategi Sir Ferguson tersebut berjalan mulus dikarenakan kedua pemain tersebut yang berhasil membalikan keadaan sehingga MU berhasil memenangkan pertandingan tersebut. Laga tersebut sangat dramatis dikarenakan kedua gol come back tersebut terjadi di masa injury time yakni di menit ke-91 dan menit ke-93.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *